![]() |
| Dongeng Anak - Ayam Jantan Yang Cerdik Melawan Rubah Yang Licik |
Ayam jantan pun mengepakan sayapnya dan mulai berkokok dengan keras mengabarkan bahwa hari mulai malam.
Samar-samar dari kejauhan, ada seekor Rubah yang sedang kelaparan mencari makan. Mendengar kokokan Ayam si Rubah menyaksikan seekor Ayam jantan sedang bertengger diatas dahan pohon.
Si Rubah berpikir sejenak untuk menjebak bagaimana biar si Ayam jantan mau turun dari atas dahan pohon.
Saat Ayam jantan tamat berkokok sebagai peran sorenya, datang seekor Rubah menghampirinya.
Si Ayam jantan pun kaget dan sekaligus curiga menyaksikan kedatangan si Rubah dengan muka yang bersahabat.
"Ada apa kau datang kemari Rubah," tanya si Ayam jantan
"Hey, kau ayam. Sudahkah kamu mendengar? bahwa ada berita yang sangat elok," ujar si Rubah dengan gelagat menyenangkan dan bersemangat.
"Kabar wacana apa itu Rubah?" tanya si Ayam jantan dengan tenang, meskipun si Ayam jantan merasa aneh dan sedikit nervous alasannya adalah si Ayam jantan bahu-membahu merasa takut dengan Rubah.
"Kini kita dekat teman dekat, keluarga mu dan keluarga ku dan semua binatang yang lain sudah bersepakat untuk melupakan perbedaan, mulai kini dan selamanya kita semua hidup dalam perdamaian dan persahabatan. Coba kau pikir sobat, ihwal kabar anggun ini. Aku sungguh senang sekali dan ingin sekali untuk memeluk mu sahabatku, turunlah kau kesini sobat, dan marilah kita rayakan kabar anggun ini dengan bangga," rayu si Rubah, mengawali agresi liciknya.
"Wah, ini kabar yang anggun sekali Rubah, aku sungguh senang mendengar kabar ini," ujar si Ayam Jantan.
Sambil mengatakan si Ayam jantan menjinjitkan kakinya dan menoleh kiri kanan, seperti si ayam jantan menyaksikan dan menantikan kedatangan sesuatu dari kejauhan.
"Kau sedang menyaksikan apa sahabatku, mari sini peluk teman baru mu ini sahabat," tanya si Rubah sedikit khawatir.
"Aku menyaksikan sepasang anjing, sepertinya menuju kemari. Mereka pun niscaya sudah mendengar kabar baik ini," jawab si Ayam jantan.
Si Rubah sudah terlihat panik mendengar sepasang anjing akan datang. Dan tak menunggu lama lagi si Rubah pun kabur berlari.
"Hey sahabat ku, tungguuu... kenapa engkau lari? kini anjing ialah sobat kau juga...," teriak si Ayam jantan.
"Aku terlupa sesuatu sahabatku... aku masih memiliki peran yang sungguh penting sahabatku" jawab si Rubah sambil terus berlari.
Si Ayam jantan tertawa terbahak-bahak, alasannya dia telah sukses memperdaya si Rubah yang licik dan melihat si Rubah lari tunggang langgang.
